Selasa, 19 November 2013

PUISI


Diambang Rontok dan Tegar
Karya : Sandra Tresnayadi


Mentari ...
Mulai menampakkan kemuning senjanya.
Jemari...
Telah rontok di tersangkai dunia.
Namun kau tak pernah lelah hadapinya.
Kau bentengi hatimu dengan jutaan keping kesabaran.

Saat gundah sedang menggantung di sukmaku.
Kau menjelma bak angin yang menyejukanku.
Dekap pelukmu , damaikan jiwaku .
Ku agungkan cintamu ibu .

Ibu kau bagaikan intan paling berharga .
Kaulah anugerah terindah yang aku punya .
Engkau hartaku juga semangatku .
Ku memahakan pengorbananmu .


KARYA SASTRA


Duhai Tegar Mendekatlah
Karya : Sandra Tresnayadi
Kelas : IX-H

Senja awal November,Rima baru berhenti dari aktivitasnya . Saat ia baru sampai di rumahnya,ibunda Rima memberi kabar yang meluluh lantahkan persendiannya “Rim, Ibu baru saja mendapat kabar bahwa Ayah sedang sakit” ujar sang ibu “Ayah ? Ayah sakit Bu ? tanya Rima dengan nada kaget “iya Rim ,kita harus cepat-cepat menemui Ayah” ajak ibu . Mereka pun bergegas pergi untuk menemui ayahnya.
            Di perjalanan malam yang pekat,ditemani titik air yang bergerombol,ditambah pula dengan suara petir yang saling bercakap satu dengan yang lain . Rima merasa resah,gelisah dalam hati yang terkoyah mengingat keadaan ayahnya . “Bu Rima takut terjadi apa-apa sama Ayah” ujar Rima “huss kamu ga boleh kaya gitu. Kita harus optimis kalau keadaan Ayah akan baik-baik saja” jawab ibu yang sedang berusaha untuk menenangkan anaknya itu .
            Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang dan menegangkan Rima pun sampai di Rumah Sakit di mana ayahnya dirawat . Mereka disambut oleh isak tangis keluarganya . “ Paman, bagaimana keadaan Ayah ?” tanya Rima dengan penuh kekhawatiran “Rima kamu akan mendapatkan jawabannya di dalam” . Setelah sampai di pintu kamar ruang ICU Rima tersentak saat melihat ayahnya yang dulu kekar sekarang malah terbaring lemah tak berdaya dengan lilitan kabel di tubuhnya . Lantunan ayat Al-Qur’an menemani tidur sang ayah . ayahnya terlihat tenang dengan mata terpejam,senyuman keteduhan masih memancar penuh kedamaian . “Buu ... Ayaaaah Bu “ lirih Rima dengan air mata di pipinya “kamuu sabar yaa sayang . Kita harus yakin Ayah pasti akan sembuh “ jawab sang ibu menenangkan sambil mengusap air mata Rima .
            Alunan halus suara adzan membahana , Rima dan keluarganya pun segera memenuhi panggilan Allah untuk menunaikan sholat isya . Dalam doa nya terdengar suara lirih anak gadis itu “ Ya Allah hamba tau Engkau Maha Adil . Hamba juga tau Engkau takkan memberikan cobaan di luar batas ciptaaan-Mu ini maka dari itu kokohkan lah hati hamba dalam menjalani semua ini . Berikanlah yang terbaik untuk hamba dan keluarga hamba . Amin “ sambil menadah pada setangkup do’a kerinduan ,rindu yang terarah bersama air mata.Keheningan jiwa yang tersimpuh di atas sajadah di hadapan Tuhan-Nya .
            Saat ia hendak memasuki ruang ICU ia melihat seorang dokter sedang berbicara kepada salah satu keluarganya . “ Pa maafkan kami ! kami sudah berusaha semaksimal untuk menyelamatkan nyawa Pak Beno . Namun Allah berkehendak lain “  ucap lirih sang dokter . Saat mendengar untaian kata demi kata yang di ucapkan sang dokter Rima merasakan goncangan yang amat dahsyat di tubuhnya,hatinya serasa tercabik oleh pedang takdir Sang Penguasa  “ Ayaaaaaaaaaah “ teriak Rima sekencang-kencangnya  sambil berlari menemui ayahnya “Ayaahh bangun Ayaah ! Rima sayang sama Ayaah , Rima ga mau kehilangan Ayah “ ucap Rima penuh kesedihan “ Rima kamu yang sabar ! “ ujar sang paman “ Paman ! bilang sama Rima kalo ini cuma mimpi Paman ! Ayah ga mungkin ninggalin Rima “ pinta Rima sambil menangis “ Maafkan paman Rima . tapi semua ini bukan mimpi “ jawab sang paman sambil ikut meneteskan air mata . Suara tangis Rima memecah keheningan malam . Rima merasa dunia ini berhenti berputar saat ia mendapati kenyataan bahwa ayahnya telah tiada .
            Di pojok kamar ruang ICU tampak terlihat Rio yaitu kakak Rima yang sangat merasa terpukul. Rio tak bisa berucap,mulutnya seakan-akan terkunci oleh pahit getirnya rasa kehilangan . Ia hanya bisa meneteskan bulir-bulir kekecewaan . Sosok ayah bagi mereka memang sangat berarti di mana ayah mereka ini adalah pribadi yang menyenangkan mudah bergaul dan sangat khas dengan celotehannya . Ayah mereka ini bak pemberi gradasi pada lukisan yang polos .
            Beberapa saat kemudian datang Anis yang merupakan sepupu Rima mengajaknya pulang . Di perjalanan Rima hanya berdiam diri , tak sepatah katapun keluar dari mulut manisnya itu “Rim ,kamu baik-baik aja kan ?” tanya Anis . Namun Rima tidak menjawab pertanyaan sepupunya itu . Kenyataan telah membuat Rima jatuh ke dalam jurang kesedihan .
            Keesokan harinya ditemani hangatnya sang surya dan suara burung camar yang menggoda terdengar panggi lirih sang ibu “Rim....bangun sayang !” tak lama kemudian Rima pun bangun “ ohh ... iyaaa Buu “ jawabnya lemas “cepat mandi sayang kita kan mau ke pemakaman Ayah “ suruh sang ibu kepada anaknya gadisnya itu “iya .. baiklah Bu “ . Elok pagi tak lagi dirasakannya Rima seolah-olah berada di antara takdir yang makin ganas menggilasnya.
            Saat Rima sedang berjalan menuju ruang tengah,dilihatnya jenazah berbalut kain putih yang sedang di sholati.Air matanya pun kembali mengucur deras .Tiba-tiba ada sosok wanita yang mendekatinya “Nak kamu yang sabar ya !” ucap wanita itu yang ternyata adalah tetangga yang sedang melayad . Rima hanya membalasnya dengan senyum “kamu pasti kuat menjalani semua ini . percayalah di balik semua peristiwa pasti terdapat hikmah di dalamnya “ ucap pelayad yang lain . Namun motivasi itu tak berhasil membuatnya bangkit.
            Dentingan waktu terus bergulir , bola kuning mulai merajalela di mayapada , dan itu waktunya Rima mengantar ayahnya ke pangkuan Ilahi . Rima berjalan dengan langkah tertatih yang kian merapuh . Jiwanya serupa salju sekalipun mentari terik berada di atas kepalanya . Rima seakan mati rasa dalam menjalani hidup.
            Saat liang lahat seolah-olah memakan jenazah sang ayah , Ibu menghampiri Rima dan mencoba untuk menguatkan hati Rima “ kuatkan hatimu sayang ..mudahkanlah perjalanan Ayah “ ucap lirih sang ibu “tapi Bu ... kenapa Allah secepat ini mengambil Ayah ? Kenapa Allah tak mengizinkan Rima barang sedetik saja mengucapkan kata-kata terakhir untuk Ayah ? Kenapa Bu ?” tangis Rima kepada ibunya “ ini sudah takdir Rima ! kau jangan pernah menyalahkan takdir , terimalah semuanya dengan ikhlas” jawab sang ibu . Ibu Rima memang sosok wanita yang tegar dan kuat dengan semua kenyataan pahit hidupnya . tak terasa jenazah sang ayah telah tertimbun tumpukkan tanah dan para pelayad mulai meninggalkan pemakaman . Dan yang tersisa hanyalah Rima,Rio dan Ibunya,mereka merasa sulit untuk meninggalkan orang yang sangat mereka sayangi itu .Namun mereka sadar kehidupan harus terus berjalan , akhirnya mereka pun meninggalkan pemakaman dengan goresan luka kepedihan .
            Senja berwarnakan jingga mulai datang, saat mentari redup tenggelam di peraduan , Rima terlihat sedang berdiam diri sambil menatap cakrawala . Terlihat pula Rio mulai mendekati adikya itu “ lagi ngapain De?” tanya Rio “lagi liatin langit! Kali aja ada Ayah disana “ jawab Rima “ De kamu salah ! Ayah itu bukan ada di langit tapi Ayah itu ada disini di hati kita “ ucap Rio “ Iya sih Ka , tapi terkadang  saat Rima sedang menatap indahnya langit Rima seperti melihat bayangan Ayah “ jawab Rima “ oh..mungkin itu hanya imajinasimu saja de ! kaka ngerti meninggalnya ayah mungkin membuatmu merasa bahwa Allah itu ga adil , tapi kita harus melihat ke depan. Kita masih punya ibu yang wajib kita bahagiakan “ .Mendengar kata-kata kakak nya itu hati Rima merasa tergerak , Rima merasa tak percaya sosok yang ada di sampinya itu adalah kakak nya . Karena sebelum ayahnya meninggal Rio adalah anak yang bisa dibilang nakal dan kurang memperdulikan keluarganya “iya Kaka bener  aku harus kuat demi keluarga dan demi masa depanku “ Jawab Rima .
            Rima dan Rio akan mencoba untuk tetap tegar dalam kecup halilintar , walaupun surya hanguskan pori-pori dan sabit mengiris begitu tajam,tegar akan selalu merangkul mereka.  Akhirnya mereka pun memulai hari baru dengan kobaran api yang menyala-nyala . Senyuman indah sang pelangi mulai mewarnai , meskipun tak dapat dipungkiri sosok sang ayah masih selalu terbayang di benak mereka . Namun sekarang mereka kuat , mereka hanya membutuhkan asupan kasih sayang yang tulus untuk bisa bertahan hidup .

Senin, 11 November 2013

SELUK BELUK


Coba perhatiin cewe di atas . Ga jauh beda sama Maudy Ayunda khaaaann ? :D iyalaah secara dia ini kembarannya Maudy Ayunda , cuma sayangnya beda idungnya , matanya , bibirnya (intina mah teu mirip sama sekali) HHH :D Tak lain dan tidak bukan cewe di atas ini adalah SAYA !!!
Kenalin nih nama asli ane SANDRA TRESNAYADI . Cuman di sekolah ane sering di panggil macem-macem . Ada yang manggil Sandra , ada yang  manggil Sansan ada lagi  yang manggil Dera , nah yang paling parah ane di panggil GENDUT -_- padahal ane kan udah diet tapi masih aja di panggil kaya gitu . Tapi ane mah orangnya ga pernah ambil pusing , terserah deh temen-temen mau manggil ane apa . Asal jangan manggil MAS aja (ane cewe tulen lho).
Oh iya BTW (ciyeeeeeeh so inggris bingit) ini blog perdana ane loh , di blog perdana ini ane mau nyeritain seluk beluk seorang wanita dari syurga yang tak lain adalah ane SANDRA ! (curhat carita na mah )
SANDRA TRESNAYADI lahir di Ciamis , 1 Mei 1998 . Otomatis umur ane sekarang itu 15 tahun . Ane punya rambut yang super tebel (tapi ga lebih tebel daripada selimut ane) terus ane juga punya kulit yang item dan ga putih sama sekali -_- (tapi asa henteu ari negro mah) ane juga punya badan yang bongsor (tapi tenang sekarang lagi diet koq) itu mungkin salah satu faktor penyebab ane sering di panggil GENDUT , HHH-  Banyak orang yang bilang ane itu katanya jutek  euuuuhhh jutek dari Kamerun , perasaan mah asa suka senyum aku teh . tapi ya yowes lah ane tak begitu memperdulikan apa kata orang . yang penting ane syudah berusaha memlkukan yang terbaik (so bijak eung)
Oyaah hobbi ane itu dengerin musik sama olahraga jempol dengan barang kesayangan yaitu HP . Duuuh hidup ane berasa sepi , hampa dan galau kalo gaada barang yang satu itu (euh alay bingitzzz) . Selain itu ane juga suka iseng bikin puisi gitu tapi anehnya kalo ane sengaja di suruh bikin puisi pasti aja memerlukan waktu yang berabad-abad ( wiih hiperbola) beda kalo ane emang lagi nyantai pasti aja jutaan inspirasi langsung mengucur deras kaya air terjun  :D yeaaah mungkin itulah salah satu keunikan makhluk menarik kaya ane yang suka makan nasi sama minyak jalantah ini wkwkwk :D
Eh udah dulu yoo , nanti kalian pada ngefans lagi (padahal mah udah kehabisan ide gua). Hampura kalo blog nya garing , gaje dan ngebikin kalian pengen nurutan .SEE YOU NEXT TIME PEMIRSAAAH ,jangan pada kangen eaaaa :D Semoga Allah selalu melindungi kalian. Amin aseeek ayeee :D

 

Template Design By:Sandra
Mba Dera